AKUNTANSI
BIAYA
UNIVERSITAS
SURABAYA
![]() |
Di susun oleh :
KP-B
-
Hanifah (130316344)
-
Laili Rokhmatul Aliyah (130316907)
UNIVERSITAS SURABAYA
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA
2018/
2019
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT, karna berkat rahmat dan hidayahnya kami dapat
menyelesaikan makalah manajemen keuangan ini. Tidak lupa bersyukur segala
anugrah-Nya selama proses pembuatan makalah manajemen keuangan ini sehingga
dapat selesai tepat waktu dan dimudahkan segala prosesnya.
Ucapan terima kasih
penulis sampaikan kepada seluruh pihak yang mendukung dalam penulisan makalah ini.
Dosen mata kuliah Akuntansi Biaya
yang telah membantu dan membimbing penulis dalam pengerjaan makalah mata kuliah
ini. Pada saat makalah mata kuliah ini dibuat, penulis mengalami sedikit
masalah terhadap pembahasan materi, karena perlunya pencarian sumber data untuk pemenuhan kebutuhan data
makalah ini
Penulis juga menyadari
bahwa penulisan makalah ini jauh dari sempurna karena keterbatasan sarana dan
prasarana serta kemampuan penulis. Oleh karena
itu, penulis menerima kritik dan saran dari berbagai pihak yang dapat mendukung
penulisan makalah mata kuliah Akuntansi
Biaya. Penulis berharap agar makalah ini dapat menjadi
panduan bagi semua pihak yang membutuhkan data makalah ini.
Penulis
STATEMENT OF AUTHORSHIP
kami yang berdatangan
dibawah ini menyatakan bahwa makalah/ tugas terlampir adalah murni hasil
perkejaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.
Materi
ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas
pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami dengan
jelas menggunakannya.
Kami
memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat di perbanyak dan atau di
komunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarism.
Kelas :
KP B
Anggota kelompok :
No
|
Nama
Lengkap
|
NRP
|
TTD
|
1
|
Hanifah
|
130316344
|
|
2
|
Laili Rokhmatul Aliyah
|
130316907
|
Surabaya,
17 Maret 2019
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ..................................................................................................... i
Statement
Authorship .......................................................................................... ii
Daftar
Isi .............................................................................................................. iii
Bab
I Pendahuluan ............................................................................................... 1
Latar
Belakang ..................................................................................................... 1
Identifikasi
Masalah ............................................................................................. 1
Tujuan
Penulisan .................................................................................................. 2
Manfaat
Penulisan ................................................................................................ 2
Bab
II Telaah Pustaka .......................................................................................... 3
BAB
III Data dan Analisis
.................................................................................. 6
BAB
IV Penutup ................................................................................................. 12
Daftar
Pustaka ...................................................................................................... 13
Lampiran
.............................................................................................................. 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Alokasi biaya merupakan salah satu topik penting di dalam akuntansi
biaya. Bagaimana biaya-biaya yang terjadi dialokasikan ke objek biaya. Di
dalama lokasi biaya, biasanya membedakan antara operating department dan suport department. Operating department merupakan departemen
yang menambah nilai secara langsung keproduk
atau jasa, sedangkan support department merupakan departemen
yang tidak menambah langsung ke produk atau jasa. Namun, mendukung departemen lain dalam menambah nilai
ke produk atau jasa.
Proses alokasi biaya memerlukan pemilihan cost driver yang tepat. Dalam jangka
panjang, penetapan harga jual produk harus bisa menutup semua biaya yang
terjadi, baik terjadi di support department maupun di operating department. Oleh
karena itu, akuntan sering kali menghitung biaya produk
atau jasa berdasarkan biaya penuh.
Dalam kesempatan ini,
kami menganalisis Universitas
Surabaya dengan tiga metode untuk mengalokasikan biayanya.
1.2 Identifikasi
Masalah
-
Apasaja yang
termasuk operating department di lingkup Universitas Surabaya?
-
Bagaimana direct cost untuk setiap operating departement?
-
Apa saja yang termasuk support department di lingkup Universitas
Surabaya?
-
Apa dasar alokasi
biaya yang paling tepat untuk setiap support department?
-
Bagaimana alokasi
menggunakan metode direct method, step down method, dan reciprocal method
-
Bagaimana menghitung
cost per cost object?
1.3 Tujuan
Penulisan
-
Untuk mengetahui operating department di lingkup Universitas Surabaya
-
Untuk mengetahui direct cost untuk setiap operating departement
-
Untuk mengetahui support department di lingkup Universitas Surabaya
-
Untuk mengetahui dasar alokasi
biaya yang paling tepat untuk setiap support department
-
Untuk mengetahui alokasi menggunakan metode direct method, step down
method, dan reciprocal method
-
Untuk mengetahui cost per
cost object
1.4 Manfaat
Penulisan
Agar
pembaca makalah ini tahu bagaimana mengalokasikan
support department dan operating departement, serta mengetahui
alokasi menggunakan tiga metode.
BAB II
TELAAH PUSTAKA
Universitas
Surabaya (UBAYA) adalah sebuah universitas swasta di Surabaya, Jawa Timur,
Indonesia. UBAYA memiliki tiga kampus: Ngagel, Rungkut, dan Trawas
2.2 Dasar
Konseptual
2.2.1 Cost adalah sumber daya
yang dikorbankan untuk memperoleh manfaat dimasa mendatang, sedangkan sumber
daya sendiri bisa berbentuk uang tunai maupun non tunai.
Didalam
cost terdapat direct cost dan indirect cost. Direct cost adalah biaya yang
secara fisik dapat diamati dengan mudah dan akurat ditelusuri ke cost objeknya.
Sedangkan indirect cost adalah biaya yang tidak dapat atau sangat sulit untuk
ditelusuri ke cost objeknya.
2.2.2 Untuk mencari alokasi
biaya, kita perlu menemukan cost object terlebih dahulu. Cost object adalah
sesuatu yang hendak di ukur biayanya, seperti : product, customer, departement,
region, activity. Karena
itu dalam perusahaan selalu membagi object nya
menjadi beberapa departemen. Terdapat dua macam departemen, yaitu
departemen produksi dan departemen pendukung.
Departemen
produksi adalah departemen yang secara
langsung menambah nilai barang yang dijual. Contohnya departemen perakitan.
Sedangkan untuk departemen pendukung adalah
departmen yang tidak menambah nilai secara langsung,
tapi mendukung kelancaran proses bisnis.Misalnya pemeliharaan permesinan.
2.2.3
Tujuan Alokasi Biaya
Beberapa tujuan penting berhubungan dengan
alokasi biaya departemen pendukung ke departemen produksi, dan pada akhirnya ke produk tertentu:
1.
Untuk
menghasilkan satu kesepakatan harga yang menguntungkan
2.
Untuk
menghitung profibilitas lini produk
3.
Untuk
memprediksi pengaruh ekonomi dari perencanaan dan pengendalian
4.
Untuk
meniai persedian
5.
Untuk
memotivasi para manajer
Jika biaya tidak dialokasikan dengan akurat, biaya beberapa jasa
dapat terlalu tinggi, hingga mengakibatkan penawaran yang terlalu tinggi dan
hilangnya potensi bisnis, sebaliknya, jika biaya terlalu rendah dan
mengakibatkan kerugian pada jasa ini. Hal yang berhubungan dekat dengan
penentuan harga adalah laba. Dengan menilai laba berbagai jasa, seseorang
manajer dapat mengevaluasi bauran jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Tentu
saja biaya yang akurat adalah hal yang penting untuk menentukan sebuah laba.
Alokasi dapat digunakan untuk memotivasi para manajer. Jika
biaya departemen pendukung tidak dialokasikan ke departemen produksi, para
manajer dapat memperlakukan jasa ini seakan-akan jasa tersebut gratis. Tentu
saja, pada kenyataa nya, biaya marginal sebuah jasa lebih besar dari nol.
Dengan mengalokasikan biaya dan meminta para manajer departemen produksi
bertanggung jawab atas kinerja ekonomi unit mereka, suatu organisasi dapat
memastikan bahwa para manajer akan menggunakan suatu jasa hingga manfaat
marginal suatu jasa sama dengan biaya marginalnya. Jadi, mengalokasikan biaya
jasa membantu tiap departemen produksi memilih tingkat konsumsi yang benar.
2.2.4 Ada
tiga metode untuk mengalokasikan support departement, yaitu :
1. Direct Method
: Biaya support departement hanya dialokasikan ke operating department
2. Step Down
Method : Biaya support departement dialokasikan ke operating departement tanpa
timbal balik
3. Reciprocal Method : Biaya support departement dialokasikan ke operating departement dengan timbal balik
BAB III
DATA DAN
ANALISIS
3.1 DATA
1. Cost Object : Mahasiswa
2. 9
Operating Departement :
1. Fakultas
Bisnis Ekonomika
2. Fakultas
Hukum
3. Fakultas
Psikologi
4. Fakultas
Farmasi
5. Fakulrtas
Kedokteran
6. Fakultas
Teknik
7. Fakultas
Tekno Biologi
8. Fakultas
Industri Kreatif
9. Politeknik
3. Direct
Cost Untuk Setiap Operating Department
Fakultas
|
Jumlah Mahasiswa
|
UPP/ Semester
|
Jam Perkuliahan
|
Bisnis Ekonomika
|
2000
|
RP 17.000.000
|
14
|
Hukum
|
1200
|
RP 16.000.000
|
14
|
Psikologi
|
900
|
RP 17.000.000
|
14
|
Farmasi
|
1500
|
RP 18.000.000
|
14
|
Kedokteran
|
300
|
RP 32.000.000
|
14
|
Teknik
|
1000
|
RP 17.000.000
|
14
|
Tekno
Biologi
|
600
|
RP 18.000.000
|
14
|
Industri
Kreatif
|
700
|
RP 17.000.000
|
14
|
Politeknik
|
1200
|
RP 9.000.000
|
14
|
Operating
Departement
|
Variable
Cost
|
Fixed
Cost
|
Tenaga
Kerja yang Dibutuhkan
|
Jam
Tenaga Kerja
|
Cost
|
Gaji
Tenaga Kerja
|
F.
Bisnis Eko
|
RP 5.000.000
|
RP 25.500.000
|
53
|
420
|
RP 30.500.000
|
RP 424.000.000
|
F.
Hukum
|
RP 4.500.000
|
RP 23.000.000
|
50
|
420
|
RP 27.500.000
|
RP 400.000.000
|
F.
Psikologi
|
RP 3.500.000
|
RP 17.000.000
|
40
|
420
|
RP 20.500.000
|
RP 320.000.000
|
F.
Farmasi
|
RP 5.000.000
|
RP 26.500.000
|
55
|
420
|
RP 31.500.000
|
RP 440.000.000
|
F.
Kedokteran
|
RP 3.000.000
|
RP 15.000.000
|
25
|
420
|
RP 18.000.000
|
RP 200.000.000
|
F.
Teknik
|
RP 4.000.000
|
RP 20.000.000
|
45
|
420
|
RP 24.000.000
|
RP 360.000.000
|
F.
Tekno Biologi
|
RP 3.500.000
|
RP 17.000.000
|
40
|
420
|
RP 20.500.000
|
RP 320.000.000
|
F.
Ind Kreatif
|
RP 3.500.000
|
RP 18.000.000
|
43
|
420
|
RP 21.500.000
|
RP 344.000.000
|
Politeknik
|
RP 4.500.000
|
RP 23.000.000
|
50
|
420
|
RP 27.500.000
|
RP 400.000.000
|
(Asumsi
dalam 1 bulan)
4.
Support
Departement :
1.
Apotek
2.
IAS
3.
CAC
4.
BAU
5.
TU
5.
Dasar
Alokasi Yang Paling Tepat Untuk Setiap Support Department
Support
Departement
|
Karyawan
|
Gaji
|
Jam
Kerja
|
Total
Gaji
|
Apotek
|
4 orang
|
RP
4.800.000
|
10
|
Rp
19.200.000
|
IAS
|
26 orang
|
RP
4.800.000
|
10
|
Rp
124.800.000
|
CAC
|
2 orang
|
RP
5.000.000
|
10
|
Rp
10.000.000
|
BAU
|
80 orang
|
RP
4.800.000
|
13
|
Rp
384.000.000
|
TU
|
72 orang
|
RP
4.800.000
|
10
|
Rp
345.600.000
|
Support Departement
|
Variable Cost
|
Fixed Cost
|
Tenaga Kerja yang Dibutuhkan
|
Jam Tenaga Kerja
|
Cost
|
Apotek
|
RP 500.000
|
Rp 3.000.000
|
4
|
300
|
Rp 3.500.000
|
IAS
|
RP 700.000
|
Rp 4.000.000
|
26
|
300
|
Rp 4.700.000
|
CAC
|
RP 400.000
|
Rp 2.000.000
|
2
|
300
|
Rp 2.400.000
|
BAU
|
RP 300.000
|
Rp 3.000.000
|
80
|
390
|
Rp 3.300.000
|
TU
|
RP 500.000
|
Rp 3.000.000
|
72
|
300
|
Rp 3.500.000
|
(Asumsi dalam 1 bulan)
3.2 ANALISIS
Operating Departement
|
|||||
Fakultas
|
|||||
Bisnis Eko
|
Hukum
|
Psikologi
|
Farmasi
|
Kedokteran
|
|
CAB TU
|
53
|
50
|
40
|
55
|
25
|
CAB IAS
|
420
|
420
|
420
|
420
|
420
|
DL Hours
|
424.000.000
|
400.000.000
|
320.000.000
|
440.000.000
|
200.000.000
|
Cost for Each
|
30.500.000
|
27.500.000
|
20.500.000
|
31.500.000
|
18.000.000
|
Operating Departement
|
Support Departement
|
||||
Fakultas
|
|||||
Teknik
|
Tek Biologi
|
Ind Kreatif
|
Politeknik
|
IAS
|
TU
|
45
|
40
|
43
|
50
|
26
|
72
|
420
|
420
|
420
|
420
|
300
|
300
|
360.000.000
|
320.000.000
|
344.000.000
|
400.000.000
|
124.800.000
|
345.600.000
|
24.000.000
|
20.500.000
|
21.500.000
|
27.500.000
|
4.700.000
|
3.500.000
|
Direct Method
Bisnis Eko
|
Hukum
|
Psikologi
|
Farmasi
|
Kedokteran
|
|
COST
|
RP 30.500.000
|
RP 27.500.000
|
Rp 20.500.000
|
Rp 31.500.000
|
Rp 18.000.000
|
ALL. TU
|
RP 462.593,5162
|
RP 436.408,98
|
Rp 349.127,182
|
Rp 480.049,8753
|
Rp 218.204,4888
|
ALL. IAS
|
RP 522.222,2222
|
RP 522.222,22
|
Rp 522.222,222
|
Rp 522.222,2222
|
Rp 522.222,2222
|
TOTAL
|
RP 31.484.815,74
|
RP 28.458.631
|
Rp 21.371.349,4
|
Rp 32.502.272,1
|
Rp 18,740.426,71
|
Teknik
|
Tek Biologi
|
Ind Kreatif
|
Politeknik
|
IAS
|
TU
|
Rp 24.000.000
|
Rp 20.500.000
|
Rp 21.500.000
|
Rp 27.500.000
|
Rp 4.700.000
|
Rp 3.500.000
|
Rp 392.768,0798
|
Rp 349.127,182
|
Rp 375.311,7207
|
Rp 436.408,98
|
Rp 3.500.000
|
|
Rp 522.222,2222
|
Rp 522.222,2222
|
Rp 522.222,2222
|
Rp 522.222,22
|
Rp 4.700.000
|
|
Rp 24.914.990,3
|
Rp 21.371.349,4
|
Rp 22.397.533,94
|
Rp 28.458.631
|
0
|
0
|
Step Dwon Method
Rank : TU
=
(1) IAS =
%
(2)
Bisnis Eko
|
Hukum
|
Psikologi
|
Farmasi
|
Kedokteran
|
|
COST
|
Rp 30.500.000
|
Rp 27.500.000
|
Rp 20.500.000
|
Rp 31.500.000
|
Rp 18.000.000
|
ALL. TU
|
Rp 583.372,3653
|
Rp 550.351,29
|
Rp 440.281,03
|
Rp 605.386,4169
|
Rp 275.175,644
|
ALL. IAS
|
Rp 476.945,095
|
Rp 476,945,09
|
Rp 476.945,095
|
Rp 476.945,095
|
Rp 476.945,095
|
TOTAL
|
Rp 31.560.317,46
|
Rp 28.527.296
|
Rp 21.417.226,1
|
Rp 32.582.331,51
|
Rp 18.752.120,74
|
Teknik
|
Tek Biologi
|
Ind Kreatif
|
Politeknik
|
IAS
|
TU
|
Rp 24.000.000
|
Rp 20.500.000
|
Rp 21.500.000
|
Rp 27.500.000
|
Rp 4.700.000
|
Rp 3.500.000
|
Rp 495.316,1593
|
Rp 440.281,0304
|
Rp 473.302,1077
|
Rp 550.351,29
|
Rp 4.700.000
|
Rp 792.505,85
|
Rp 476.945,095
|
Rp 476.945,095
|
Rp 476.945,095
|
Rp 476.945,09
|
Rp 4.292.505,9
|
|
Rp 24.972.261,25
|
Rp 21.417.226,13
|
Rp 22.450.247,2
|
Rp 28.527.296
|
0
|
0
|
Reciprocal Method
TU = 3.500.000 +
=
3.500.000 +
(4.700.000 +
=
3.500.000 + 345.588,23 + 0,00448 TU
0,996 TU =
3.845.588,23
TU
= 3.861.032,359
IAS = 4.700.000 + 
= 4.935.097,989
Bisnis Eko
|
Hukum
|
Psikologi
|
Farmasi
|
Kedokteran
|
|
COST
|
Rp 30.500.000
|
Rp 27.500.000
|
Rp 20.500.000
|
Rp 31.500.000
|
Rp 18.000.000
|
ALL. TU
|
Rp 479.238,209
|
Rp 452.111,518
|
Rp 361.689,214
|
Rp 497.322,669
|
Rp 226.055,759
|
ALL. IAS
|
Rp 508.024,793
|
Rp 508.024,793
|
Rp 508.024,793
|
Rp 508.024,793
|
Rp 508.024,793
|
TOTAL
|
Rp 31.487,263
|
Rp 28.460.136,31
|
Rp 21.369.714,01
|
Rp 32.505.347,46
|
Rp 18.734.080,55
|
Teknik
|
Tek Biologi
|
Ind Kreatif
|
Politeknik
|
IAS
|
TU
|
Rp 24.000.000
|
Rp 20.500.000
|
Rp 21.500.000
|
Rp 27.500.000
|
Rp 4.700.000
|
Rp 3.500.000
|
Rp 406.900,366
|
Rp 361.689,214
|
Rp 388.815,905
|
Rp 452.111,518
|
Rp 235.097,989
|
Rp 3.861.032,359
|
Rp 508.024,793
|
Rp 508.024,793
|
Rp 508.024,793
|
Rp 508.024,793
|
Rp 4.935.097,989
|
Rp 362.874,852
|
Rp 24.914.925,16
|
Rp 21.369.714,01
|
Rp 22.396.840,7
|
Rp 28460136,31
|
0
|
0
|
Cost Per Cost Object
Diasumsikan :
Mahasiswa
dalam 1 semester mengambil 7 matakuliah, masing-masing matakuliah 3 SKS, UPP
dalam 1 semester Rp 17.000.000.mahasiswa mengeluarkan uang untuk keperluan
kuota sebagai penunjang dari perkuliahan selama 1 bulan Rp 78.000. dan
memerlukan waktu untuk belajar selama di kampus dalam sebulan 420 jam.
Data Aktualnya sebagai
Berikut (dalam 1 semester) :
Direct Material : Rp
4.000.000
Direct Labor Hours : 930
jam
Utilities : Rp 600.000
Diketahui :
·
UPP = Rp 17.000.000
(untuk 7 matakuliah)
1 matakuliah = 3 SKS
1 SKS = Rp 809. 523,809
·
Kuota/ bulan = Rp
78.000 x 6 = Rp 468.000
·
DL Hours : 420 x 6 =
2.520 jam
Dijawab :
1. Cost Object : Mahasiswa
2.
Direct Cost : DM
= Rp 4.000.000
DL = Rp
809.523,809
Rp 4.809.523,809 → DC
3.
CAB
: DL Hours
4.
Indirect Cost :
Normal Actual
Utilities Rp
468.000 Rp 600.000
5.
CAB Rate : Normal Actual
= 185,71 = 645,17
6.
IDC : Normal Actual
185,71 X 930 645,17 X 930
= 172.710,3 = 600.008,1
7.
TC : Normal Actual
4.809.523,809 4.809.523,809
172.710,3 + 600.008,1 +a
4.982.234,109 5.409.531,909 →
Under

Tidak ada komentar:
Posting Komentar